Oleh:
Milana Abdillah Subarkah, MA
Sekretaris Umum PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang
Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Tangerang
Milana Abdillah Subarkah, MA
Sekretaris Umum PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang
Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Tangerang
Bulan Ramadhan adalah bulan pembinaan fisik dan mental bagi mereka
yang beriman, dimana seluruh mukminin diperintahkan untuk berpuasa sebulan
penuh dengan harapan dapat meraih ketakwan, sebagaimana dijelaskan dalam QS.
Al-Baqarah: 183.
Syekhul Islam Imam Al-Ghazali menjelaskan tentang takwa, Pertama,
tumbuhnya perasaan gentar dan takut terhadap dan murka Allah Swt yang
diakibatkan karena melanggar larangan-Nya. Kedua, menjaga diri agar
senantiasa dapat mentaati dan pasrah sepenuh hidupnya apapun yang menjadi
kehendak Allah. Ketiga, selalu berusaha untuk mensucikan mata batinya
dari berbagai noda dan dosa.
Akan tetapi dalam aplikasinya ketika Ramadhan mulai berlangsung,
masih terlihat beberapa masyarakat dilingkungan sekitar tidak
berpuasa, bahkan tidak sungkan-sungkan lagi mereka makan dan minum ditempat
terbuka, seakan tidak menghormati mereka yang sedang menjalani ibadah puasa
Ramadhan.
Terlepas dari apa keyakinan dan keadaan mereka. Yang jelas bulan
Ramadhan yang mulia ini adalah momentum untuk memfokuskan diri untuk beribadah
kepada Allah Swt dengan mengerjakan ibadah yang wajib maupun yang sunnah.
Karena dengan menjalankan ibadah tersebut banyak sekali kebaikan yang akan
didapatkan dari kaum muslimin, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: “setiap
amal perbuatan anak Adam (manusia) adalah untuknya, kecuali puasa, karena puasa
adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (HR. Bukhari).
Namun, sangat disayangkan apabila bulan yang penuh dengan keberkahan
ini jika tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh umat Islam, karena tidak
sedikit dari mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa tanpa ada uzur yang
dibenarkan. Maka sudah tentu hal yang demikian suatu tindakan yang merugikan
untuknya karena telah menyia-nyiakan bulan yang istimewa ini, menyia-nyiakan
kesempatan untuk melakukan amal sholeh dibulan ramadhan adalah suatu bentuk
kerugian yang nyata.
Selanjutnya, bagi mereka yang mampu memanfaatkan bulan Ramadhan
untuk menyucikan jiwa, maka merekalah orang yang beruntung. Mereka habiskan
waktu-waktu dibulan Ramadhan untuk senantiasa beribadah dan mendekatkan diri
kepada Allah Swt. Kesempatan yang baik ini tidak ingin dilewatkan begitu saja
karena setiap amal perbuatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan
dilipatgandakan sepuluh kali kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat. Sungguh beruntung
bagi mereka menyucikan jiwa nya, karena Allah Swt menyukai orang-orang
senantiasa menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222).
Seiring berjalannya waktu bulan Ramadhan kali ini sudah berada di
penghujung, telah banyak beberapa aktivitas yang sudah dilakukan oleh umat
Islam untuk meraih kesuksesan bulan penuh keberkahan ini, yakni merawat
nilai-nilai ibadah selama sebulan penuh. Namun ibadah ramadhan bukanlah
rangkaian ibadah yang bersifat seremonial saja, tetapi ibadah ini diharapkan
mampu untuk dapat didawamkan oleh setiap kaum mukminin setelah berakhirnya
Ramadhan.
Sekurang-kurangnya terdapat empat amalan utama yang lazim dilakukan
selama bulan Ramadhan berlangsung, diantaranya yakni, menjalankan puasa, shalat
malam, bershodaqoh, dan tadarus al-qur’an. Pertama, Menjalankan puasa
ramadhan sebulan penuh dan dilanjutkan dengan ibadah puasa sunnah adalah sebagai
bentuk upaya pengendalian diri dari hal-hal dilarang oleh Allah Swt. Kedua, menghidupkan
malam dengan shalat malam (tahajud), ini merupakan ibadah tambahan, yang
dengannya Allah Swt akan mengangkat derajad hambanya ketempat yang terpuji,
sebagaimana dalam Al-quran surat Al-‘Isra: 79. Ketiga, mendermakan
harta/bershodaqoh hal ini juga sebagai bentuk ibadah sosial, menumbuhkan
kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung secara materi. Dengan amalan
shodaqoh ini Allah Swt menjanjikan akan melipatgandakan kebaikan dengan apa yang sudah
di berikannya. (QS. Al- Baqarah: 261). Keempat, tadarus Al-quran
merupakan amalan yang sangat baik, hal ini bukti kecintaan hamba kepada
Tuhannya untuk senantiasa mengingat kepada-Nya. Dengan membaca Al-quran akan
mengantarkan seseorang untuk meraih ketenangan batin dan melembutkan jiwa
sebagaimana dalam Al-quran surat Ar-Ra’d ayat 28. Dan tidak hanya itu, setiap
huruf yang dibaca dalam Al-quran akan mendatangkan kebaikan-kebaikan.
Dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan bukan berarti berakhir pula
amalan Ramadhan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Karena indikator keberhasilan
menjalankan ibadah Ramadhan adalah ketika seorang hamba mampu melestarikan
ibadah Ramadhan diluar bulan Ramadhan itu sendiri. Maka marilah kita hidupkan
amalan Ramadhan ini sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah Swt, agar dapat
meraih predikat takwa yang merupakan tujuan dari ibadah puasa di bulan
Ramadhan. Ketika takwa sudah melekat pada diri sesorang maka Allah akan
memuliakan kita, serta memberikan jalan pada setiap kesusahan yang kita hadapi
dan Allah Swt pun akan memberikan kita rizki dari arah yang tidak
disang-sangka. Wallahu’alam bishowab.
0 komentar:
Posting Komentar